Search :

     
28/10/2009
Bukannya berkonsentrasi menyelesaikan persoalan kepadatan penduduk yang membuat kerusakan hutan semakin akut, Pemerintah melalui Kementerian BUMN malah menaikkan target penghasilan Perhutani dengan mematok setidak-tidaknya Rp 15 triliun per tahun. Pemanfaatan nilai ekonomi hutan Jawa oleh Perhutani yang berkisar Rp 2 triliun per tahun dinilai sangatlah kecil. Pengutamaan fungsi ekonomi daripada fungsi ekologis dalam pengelolaan hutan Jawa selama ini dinilai tidak akan menyelesaikan persoalan banjir, bahkan justru membuatnya semakin parah.

27/10/2009
Pengelolaan kawasan hutan Indonesia sudah lama dikecam karena praktiknya hanya menguntungkan sekelompok pengusaha, sedang di sisi lain menciptakan penderitaan dan kekerasan di mana-mana terhadap warga masyarakat setempat atau sekitar. Bahkan bertumpuk laporan kasus tentang warga desa diusir, diintimidasi, dan mati ditembak petugas kehutanan karena dituduh melanggar atau menyerobot batas hutan milik negara.

26/10/2009
Pada tahun 1966 kawasan Dusun Duren, Desa Beji, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta telah gersang. Sering terjadi bencana kekeringan dan erosi. Karena keprihatinannya, Sudiyo, Ketua Masyarakat Adat Hutan Wonosadi berniat menghijaukan kembali hutan yang gundul di kawasan itu. Bersama masyarakat adat dan dukungan pemerintah daerah setempat, Sudiyo melakukan beragam upaya unik dalam melestarikan keanekaragaman hayati.

23/10/2009
Kekeringan yang mulai terjadi di Jawa Barat pada awal musim kemarau lebih banyak diakibatkan rusaknya lingkungan atau ekosistem. Pemerintah seharusnya tegas dalam penegakan aturan tentang konservasi hutan, tanah, dan air.

08/09/2009
Hutan adat atau hutan wisata Buluhcina di Kampar, Riau, yang dirusak pengelolanya, Ninik Mamak Negeri Enam Tanjung, akan dikembalikan ke bentuknya semula

prev |  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10 11 12 13 14 15 16 17 | next


[infojawa.org -- 2005]
Supported by: